Thursday, April 22, 2010

Madinah Day 1 - Roudoh

Seperti rencana, kami (wanita) berkumpul di lobby jam 1/2 12 kemudian bersama2 berangkat ke masjid nabawi. Ditemani seorang ustazah yang sudah sering menemani jama'ah umroh dari Indonesia. Ustazah sudah cukup lama tinggal di madinah.

sesampainya kami di nabawi, ustazah memimpin kami untuk mencari tempat di depan, mendekati gate untuk menuju ke roudoh. sayang sekali saya sama sekali tidak ingat kami masuk melalui gate berapa kemudian harus menuju gate berapa. (gpp ya, yg penting pengalamannya)

memaksa mencari tempat di shof depan, jadinya dapat tempat yang sedikit sekali hampir gak bisa gerak. bahkan tidak bisa berkumpul jadi satu shof. pada saat itu aku sendiri gak punya bayangan kalo mo ke roudoh harus antri karena gatenya hanya dibuka sebentar saja dan ini hanya berlaku bagi para wanita. untuk laki2 waktunya lebih bebas untuk masuk ke roudoh.

setelah sholat dhuhur, untuk menuju gate, beberapa kali kami berhenti untuk menunggu sampai diperbolehkan masuk. nah pada saat menunggu itu, aku baru tau kalo atap2 nabawi ada yg bisa dibuka secara otomatis, untuk pergantian udara. hal itu cukup membuatku terkagum-kagum...hehehehe...katrok ya...

cukup lama menunggu dan akhirnya bisa melewati gate awal, bahkan sesaat kami melewati, gate tersebut sudah ditutup dan gak boleh lagi ada wanita yang masuk....alhamdulillah.....

setelah melewati gate awal, ternyata kita masih harus menunggu....sambil menunggu giliran, ustazah memberikan penjelasan tentang roudoh.
roudoh adalah tempat yang ada antara rumah rosul dengan mimbar, merupakan taman surga.
roudoh diyakini sebagai salah satu tempat mustajabah.
ustazah menjelaskan bahwa roudoh ditandai dengan karpet berwarna hijau. perlu diketahui bahwa karpet2 di masjid nabawi berwarna merah kecuali di roudoh yang berwarna hijau. apabila sudah berada di karpet berwarna hijau, kita lakukan sholat sunnah apa saja lalu berdoa meminta apa saja. tips dari ustazah, apabila berdoa sebaiknya dalam posisi sujud supaya tidak diusir oleh askar2. kenapa diusir? maksudnya supaya kita tidak berlama2 di situ dikarenakan banyak sekali yang ingin masuk ke roudoh. maksudnya bergantian, kalo sudah selesai dipersilahkan keluar. nah supaya bisa berlama2 dan tidak diusir, berdoalah dengan posisi sujud karena askar akan mengira kita masih sholat.
setelah melakukan sholat dan doa, sebelum meninggalkan tempat, kita lakukan salam untuk Rasulullah, Abu Bakar dan Umar.

alhamdulillah proses di roudoh berjalan lancar tanpa kendala berarti, paling2 ya kedesek sana sini, lalu posisi sholat dan sujud yang sempit.....iklas saja memohon keridhoan Allah supaya doa kita terkabul.

*alhamdulillah sepertinya doa saya waktu itu terkabul.....hehehehe

setelah dari roudoh kami semua kembali ke hotel menanti waktu ashar.

Tuesday, October 13, 2009

Madinah Day 1 - after shubuh

setelah shubuhan di nabawi....hmmm rasanya gak pengen balik ke hotel deh....pengen di masjid yang adem itu, tp gk enak juga lah kalo tidur di situ sedangkan kami baru datang, ganti baju aja belum karena waktu brangkat ke masjid, koper2 belum diantar ke kamar.

sambil jalan dari masjid menuju hotel banyak yang udah mulai berdagang, baik yang kaki lima, dekat gerbang masjid maupun toko2 yang ada di sekitar masjid. Masjid nabawi ini dikelilingi hotel, mall dan toko2. tapi kami memutuskan untuk kembali ke hotel dulu, mandi baru jalan2 di sekitar hotel karena acara hari itu bebas, baru setelah dhuhur akan ziarah ke makam rosul.

sekitar jam 7:30 kami keluar, jam segitu udah lumayan terik lho, jadi pake kacamata deh, jalan2 di sekitar hotel, window shopping sambil mencari pasta gigi serta pelembab karena inget kan, di cerita sebelumnya, barang2 itu disita di bandara soekarno - hatta. jadi jalan2 belum sikat gigi pake odol neh...hehehehehe. baru beberapa toko, barang2 yang kami cari udah didapat. toko2 disekitar hotel bermacam2, ada toko yang jual bermacam2 barang mulai dari tasbih, jam, perhiasan imitasi dll, ada yang jual baju, ada juga mini market, toko kurma, toko emas dll. tiap lewat di toko2 itu para penjualnya nanya "indonesia...malaysia???" kami jawab : "indonesia", trus mereka bilang "indonesia bagus...." hehehehe...seneng juga dengernya. bahkan ada tuh penjual2 yang pas aku lewat bilang "masya Allah" ama geleng2 kepala....wkwkwkwkkwkw....jadi maluuuuu.....

pas di depan suatu toko, kami disapa ama mas2, pake bahasa jawa.....ternyata dia orang jawa tapi tinggal di lombok, hehehehe, dia kerja di toko namanya arabian center tapi yang dijual barang2 made in india, ada sajadah, sarung bantal, taplak, tas, tempat tissue, dan baju. langsung deh mama milih2 taplak, sarung bantal dan tempat tissue buat oleh2. aku juga naksir sajadahnya, belum pernah tau sajadah seperti itu sih.

sementara mama dan aku di toko itu, papa yang gak ikut masuk jadi jalan2 sendiri disekitar toko. setelah kami selesai belanja, papa cerita kalo aa' gym juga ada di madinah. sebelum kembali ke hotel, kami melihat ke arah masjid nabawi....wow....payung2 raksasanya sudah terbuka, sayang banget gak melihat prosesnya.

Sampai hotel kalo gak salah masih jam 10an, langsung berbaring dan tidurrrr.....nunggu dhuhur. menurut rencana, kumpul di lobby jam 11.30 lalu bersama2 ke masjid.

to be continued.....

Wednesday, October 07, 2009

Madinah Day 1

Jeddah - Madinah
Dari bandara kami melanjutkan perjalanan ke Madinah bersama Bus Driver yang asli orang Arab (hari terakhir baru aku tau namanya, Pak Yusuf) dan Ust. Nawawi (masih belajar di Mekkah).
Perjalanan akan ditempuh kurang lebih 5 jam. Sebetulnya pengen liat2 pemandangan sepanjang perjalanan, eh tapi aku ketiduran, tapi gak lama kok. Setelah terbangun, beberapa saat kemudian bis berhenti di sebuah rumah makan. Kami mampir untuk sholat magrib dan isya.

Madinah Day 1
Sekitar jam 3:30 KSA kami memasuki kota Madinah, jam segitu lalu lintas masih cukup ramai. Untung aku gak ketiduran lagi, jadi bisa liat pemandangan di kota Madinah, kotanya Rosululloh saw (jadi kangen ama beliau...hiks).
Mendekati masjid Nabawi, ust memberikan sedikit penjelasan tentang masjid tsb. Mama yang sudah bangun beberapa saat yang lalu bilang "duh merinding aku" disaat melihat menara masjid. Sekitar jam 4:00 KSA kami tiba di hotel, pembagian kunci dan langsung menuju ruang makan untuk makan sahur karena jam sudah menunjukkan pukul 4:00 KSA. Setelah sahur kami menuju ke kamar, cuci muka dll lalu bersiap ke masjid.
Jarak dari hotel ke masjid tidak terlalu jauh. Begitu masuk pelatarannya, Subhanallah...so beautiful. Mama dan aku masuk di gate 14 (ada namanya sih, tp aku kok gak inget, daripada salah, jadi pake nomer aja ya). Kebagian tempat di dalam, di dekat pintu, penuhhh euyy....
Setelah shubuh gak langsung pulang, kebetulan kami bertemu teman serombongan, Bu Tulus dan Trixie. Sempat foto2an di dalam da
n di luar, ini hasilnya....(ooppss ternyata yang di dalam masjid masih di laptop, next time aku add di sini yaahhh)

Wednesday, September 30, 2009

Surabaya - Jakarta - Jeddah

Surabaya - Jakarta (14 September 2009)
Flight 9:40

Satu pesawat sama Bu Nia, Pas Sos dan Nadya, si Nadya ini masih kelas 6 SD lho.

Beberapa kali naik pesawat, baru kali ini ngerasa pusing dan mual. Kejadiannya waktu mo landing, pesawat naik turun, perut rasanya dikocok2. Setelah landing, nanya ke flight attendance katanya penurunan ketinggian. Duh pilote garapane kasar pol, ketoke sek tas belajaran.

Dari cengkareng ke rumah bude, kami naik damri arah pasar minggu. Selama perjalanan masih pusing dan mual, untung gak sampai muntah.

Sampai rumah bude, ngobrol2 sebentar, sholat trus mama nelp pihak travel yang di jkt untuk prosedur esok hari. Lalu kami tidur sampai jam 5....wakkkksss......buru2 ashar dan menanti maghrib.....buka bareng.

Pakde dan bude nyiapin ayam goreng tepung, kentang goreng, gorengan, banyak buangetttt. Malah si Mia sepupuku sempat komentar, gak kebanyakan nih. Ternyata sepupuku dari surabaya juga dateng (Mas Iwan), ada kerjaan. Perlu diketahui, kami ini keluarga besar, besar segalanya....wkwkwkwkwkw......makanan yang kami kira kebanyakan ternyata abis juga.

Gak lama kemudian, Mas Iwan balik ke hotel. Mia, mb Ira n aku lanjut ngobrol, sambil godain Luna n Yoga (anak2 Mb Ira).

Sekitar jam 11 malam tidur karena harus bangun sahur.


Jakarta - Jeddah (15 September 2009)
Flight 13:15


Seperti keterangan Mas Kendi (pihak travel jkt), kami berangkat dengan Saudi Airlines jam 1 siang, 3 jam sebelumnya sudah harus sampai di bandara. Berangkat dari rumah bude sekitar jam 8, dianter pakde sampai Blok M trus naik damri. Perjalanan lancar. Sampai cengkareng kira2 jam 10, turun di terminal 2D, lalu kami bertemu pihak travel, Mas Kendi dan Mb Merry lalu ketemu rombongan2 yang langsung berangkat dari surabaya.

Sekitar jam 11, kami masuk ke ruang tunggu. O iya, Bu Nia sekeluarga belum datang dan dihubungi pun gak bisa.
Dari pintu masuk menuju ruang tunggu jauh banget, lewat toko2 yang lebih banyak dibanding terminal domestik. Sampai di depan ruang tunggu, ternyata masih tutup. Sambil nunggu, foto2 dulu.

Masuk ke ruang tunggu ada kejadian yang bikin sedikit kesel. Tas mama digeledah, pasta gigi dan pelembab diambil karena lebih dari 100ml. Kata petugasnya, kalo lebih dari 100ml harus dibagasi. Memang sih di buku panduan dari travel mengenai barang2 yang harus dibawa, tertulis pelembab (dan sejenisnya) 100ml. Karena tidak ada penjelasan alasannya, kami pikir, kami bawa ukuran yang lebih besar sekalian untuk bertiga.

Di ruang tunggu, sudah terlihat pesawat Saudi Arabia Airlines, gede banget (ndeso ya, ngeliat pesawat gede aja heran, hehehehe). Saat itu sudah masuk waktu dhuhur. Saran dari mb Merry, lebih enak sholat sekarang daripada di pesawat, jadi kami bergantian Sholat Dhuhur dan Ashar sekalian.
Selesai sholat, balik ke ruang tunggu, baru aku melihat bu Nia sekeluarga. Pas balik juga udah terlihat lelaki arab bersama keluarganya, aku pikir pilotnya. Lalu berdatangan petugas2 yang lain. Seragamnya para laki2 seperti pilot semua, hmmm...jadi bingung, mana yang pilot mana yang flight attendance. Lalu flight attendance yang perempuan juga mulai datang, kalo yang perempuan2 ini dari Indonesia semua, sedangkan yang laki2 dari Arab semua.

Akhirnya waktu naik ke pesawat alias boarding telah tiba. Pesawatnya tingkat lho, tapi aku gak dapat seat di atas. Kalo pesawat domestik, ada masing2 3 seat di sebelah kiri dan kanan. Kalo di pesawat ini, 3 di kanan, 4 di tengah dan 3 di kiri. Kalo gak salah, dulu pesawat domestik juga ada yang besar seperti ini ya???
Seperti biasa, sebelum take off harus ada peragaan cara memakai seatbelt, masker udara dan baju pelampung. Kalo di penerbangan domestik yang memeragakan adalah flight attendance perempuan (karena jarang ada yang laki ya?) tapi ini yang memeragakan adalah flight attendance yang laki2, lucu deh gerakannya, kaku....hehehehehe.
Perjalanan ke Jeddah ditempuh selama 9 jam dan beda waktu Indonesia dengan Saudi adalah 4 jam. Mama sempat menanyakan waktu buka puasa dan dijawab akan berbuka puasa di Jeddah. Waksss....nyampe Jeddah jam 18.30 berarti jam 22.30 WIB dong, berarti tambahan 5 jam puasa.
Di pesawat aku sempat merasakan pusing dan mual, akhirnya aku buat tidur saja. Sekitar jam 17:00 WIB aku bangun. Jam 18:30 WIB perut udah sangat lapar, kayaknya gak kuat kalo buka puasa di Jeddah, akhirnya kami bertiga membatalkan puasa. Beberapa rombongan juga melakukan hal yang sama.

18:30 KSA (Kingdom of Saudi Arabia) ato 22.30 WIB kami tiba di bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Di terminal kedatangan tak terlihat seorangpun, sepertinya para petugas imigrasi masih buka puasa dan sholat Maghrib. Awalnya kami sudah antri di loket2 yang tersedia, karena belum ada petugas juga, kami keluar dari antrian dan duduk di bangku2 yang tersedia. Tak lama kemudian berdatangan penumpang2 dari pesawat2 lain dan langsung antri. Lalu datang lagi dengan jumlah yang lebih banyak, termasuk para TKI. Wahhhh....kok jadi penuh dan rame begini, kami cepat2 antri juga. Pelayanan petugasnya lambat sekali, disambi ngobrol sama petugas kanan kirinya, capeee dehhh......
Akhirnya kami baru bisa masuk sekitar jam 22:00 KSA, hampir 4 jam boooo....(Jadi ingat, malam itu waktunya MU tanding di Liga Champion).
Setelah masuk kami bertemu para penjemput dan diantar ke bis sambil menunggu beberapa orang yang masih menjalani pemeriksaan.
Sampai bis langsung dibagi makanan, ayam panggang, tempe goreng dan ikan goreng tepung...nyam nyam....
Sekitar setengah jam kemudian, setelah lengkap kami melanjutkan perjalanan ke Madinah.

Tuesday, September 29, 2009

Persiapan Umroh Ramadhan 2009

Ajakan mama untuk umroh Ramadhan baru tercetus sekitar bulan juli, padahal Ramadhan datang di pertengahan Agustus. Kebayang waktu yang mepet untuk mempersiapkan semua, mulai dari paspor dan mencari biro travel yang pas serta ijin. Agak gak yakin juga apa bakal dapet ijin dari kantor. Akhirnya memberanikan diri nanya ke mbak Irma. Alhamdulillah punya atasan yang baik (tp gk kerasa seperti atasan sih, karena mbak Irma dan mbak2 yang lain udah seperti kakak sendiri, jd enak ngomongnya). Info yang diterima mbak Ir, untuk umroh, silahkan pake sisa cuti, kalo kurang, ijin. Alhamdulillah, cutiku masih sisa 9 hari.

Setelah lama milih2 paket umroh, diputuskan untuk ikut yg 13 hari, tgl 15 - 27 September 2009. Jadi puasa 5 - 6 hari di sana (sblm tau kalo lebaran tgl 20) trus lebaran di sana juga.

Alhamdulillah rasanya lancar2 aja, mulai dari ngurus paspor, kami ke kantor imigrasi saat aku libur (akhir juli), ternyata butuh waktu 2 hari, kok ya pas liburku juga 2 hari. Hari pertama ngisi2 formulir, lalu hari kedua, pembayaran, interview dan foto. Paspor jadi 3 hari kemudian. Waktu di kantor imigrasi kami bertemu dengan pasangan suami istri, nanya2..."mo umroh ya bu? pake travel A aja" lha kok ternyata pake travel yang sama seperti yang kami pilih. Ngobrol2 ternyata mereka sodaranya yg punya travel.
si ibu : "nanti tak mintakan diskon bu, aku bilang aja kalo sodaraku"
mama sih iya iya aja tanpa berharap.

Selanjutnya...suntik meningitis, harinya tentu saja bersamaan dengan hari liburku. Lokasi di daerah juanda. Lalu ke kantor travel, beberapa hari setelah suntik, lagi2 ngepasin ama libur.
Selama proses itu, mama beberapa kali telpun2an ama ibu yang ketemu di kantor imigrasi, Bu Nia.
Waktu proses pembayaran, mbak travelnya nanya, "ibu sodaranya bu Nia yaaaa"
mama: "iya....Bu Nia dapet diskon ya mbak, aku juga didiskon lho ya"
mbak travel : "tapi gak sebanyak diskonnya Bu Nia ya"
mama: "lho nakalan.....ya sama dong....
hihihi.....akhirnya dapet diskon juga, masing2 $50, lumayan kannnnn. Kurs waktu itu, $ 1 = Rp. 10ribu sekian.

Dikarenakan berangkat umrohnya dari jakarta, kami harus nyari tiket lagi ke jakarta, diluar biaya umroh. Bisa juga lewat travelnya, tp waktu itu langsung search tiket via internet (awal agustus), ternyata masih dapet harga yang lebih murah dari yang ditawarkan oleh travel, langsung booking deh, lagipula mama pengennya nginep dulu sehari di jakarta, di rumah bude, sekalian pamit. Begitu juga waktu pulang, setelah sampai jakarta, nginep dulu sehari, baru pulang ke surabaya.

Sekitar akhir Agustus, ada manasik umroh, kebetulan hari itu aku libur. Manasik dilakukan bersamaan untuk paket yang berangkat tanggal 8 dan 12 September. Perkenalan dengan Mutowif yang menemani selama di sana dan penjelasan umroh.

O iya....ada ide juga, boleh gak ya kalo cutinya digabung2kan sama jatah libur bulan September, jadi siapa tau gak butuh ijin lagi. Jadi aku ngomong ke Pipit. Sama Pipit dibuatin draft jadwal September baru aku nanya mb Nugie. Trus Mb Nugie nanya Mb Irma. Alhamdulillah diijinkan.
Tapi dikarenakan ada perubahan manajemen mulai september, ijin umrohnya agak2 bermasalah. Awalnya pihak PT.P bilang kalo selama aku umroh, kontrakku di freeze tp akhirnya keputusannya gak di freeze karena jatah cutinya ternyata mencukupi dan sisanya tertutup sama libur. Waktu itu sih apapun keputusannya aku pasrah aja, yang penting bisa berangkat karena semuanya sudah siap.